Haflah Akhirussanah Pesantren Lapas Cikarang dan Santunan Anak Yatim Semarakkan 10 Muharram 1448 H

CIKARANG – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Haflah Akhirussanah Pesantren Lapas Kelas IIA Cikarang yang dirangkaikan dengan Santunan Anak Yatim dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Cikarang, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga pemasyarakatan, ulama, pemerintah, dan lembaga filantropi dalam memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Cikarang, Eko Adi Prasetyo, Ketua MUI Kabupaten Bekasi, Prof. Dr. KH. Mahmud, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, H. Nedi, S.Ag, serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Abdul Aziz HN, ST. Turut hadir pula para pembina pesantren, warga binaan, tamu undangan, dan anak-anak yatim penerima santunan.

Dalam sambutannya, para narasumber menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan program pesantren di lingkungan Lapas. Keberadaan pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, memperkuat keimanan, dan membimbing warga binaan agar mampu menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.

Ketua MUI Kabupaten Bekasi, Prof. Dr. KH. Mahmud, M.Si, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses rehabilitasi moral warga binaan. Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran spiritual sehingga setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

“Pesantren di dalam lembaga pemasyarakatan merupakan ikhtiar mulia dalam membangun manusia yang lebih baik. Islam mengajarkan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh memperbaiki diri melalui ilmu, ibadah, dan akhlak yang baik,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan prosesi Haflah Akhirussanah sebagai penutup kegiatan belajar mengajar para santri binaan. Momentum tersebut juga menjadi ajang apresiasi bagi para santri yang menunjukkan prestasi selama mengikuti pendidikan di Pesantren Lapas.

Pada kesempatan itu, panitia menyerahkan sertifikat penghargaan kepada santri-santri berprestasi sebagai bentuk motivasi agar terus meningkatkan semangat belajar dan memperdalam ilmu agama selama menjalani masa pembinaan.

Tidak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan penyaluran santunan kepada anak-anak yatim sebagai implementasi nilai kepedulian sosial yang menjadi salah satu keutamaan di bulan Muharram. Santunan tersebut diharapkan dapat memberikan kebahagiaan sekaligus memperkuat semangat berbagi kepada sesama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi dan perwakilan BAZNAS Kabupaten Bekasi turut menyampaikan dukungan terhadap berbagai program pembinaan keagamaan di lingkungan Lapas. Menurut mereka, kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam menciptakan pembinaan yang komprehensif, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga pembinaan mental, spiritual, dan sosial.

Melalui kegiatan Haflah Akhirussanah yang dipadukan dengan santunan anak yatim ini, diharapkan semangat hijrah, kepedulian, dan pembinaan akhlak terus tumbuh di lingkungan Lapas Kelas IIA Cikarang. Sinergi antara Lapas, MUI Kabupaten Bekasi, Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, BAZNAS Kabupaten Bekasi, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan serta melahirkan pribadi-pribadi yang siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial